Sahabat dari Kotak Biru (2) | CERBUNG / CERITA BERSAMBUNG


Link bagian awalPart 1

Sahabat dari Kotak Biru

Part 2

“A–anu gu–gue ... gu–gue—“

“—jangan kebanyakan mikir! Mending Lo keluar dan pergi dari sini!”

“Ta–tapi—“

“—pergi!”

"Ta–tapi ka–kalau gue pergi, gu–gue harus ke mana? Gu—"

"—ya mana gue tahu! Itu 'kan urusan Lo! Sekarang Lo harus pergi!"

"Tunggu dulu—"

"—banyak alasan! Cepat pergi atau gue teriak?"

Maira memajukan kakinya satu langkah ke depan. Sapu masih ditunjukkan ke arah laki-laki itu sambil terus waspada. Keringat dingin bercucuran di tubuh gadis berambut panjang itu. 

"Lo mau cari mati?"

Laki-laki di depannya tertunduk lesu. Ia menghela napas. Lalu menatap Maira dengan eskpresi pasrah. 

"Kalau Lo mau teriak?" Laki-laki itu mengembuskan napas pelan. "Silakan! Dengan senang hati gue mempersilakan para warga untuk nangkap gue dan ngejeblosin ke penjara!" 

Maira menurunkan sapunya perlahan. Dahinya berkerut. Ia bingung dengan perubahan sikap laki-laki di hadapannya itu. 

Apa ada penjahat yang semudah itu mengakui kejahatannya? Atau ini jebakan?

"Maksud Lo?" selidik Maira. 

"Ketemu polisi bisa mempermudah gue buat ngungkapin kejahatannya. Dan dengan begitu, gue bisa pulang ke rumah lagi ...," jelas laki-laki berkaos merah khas Manchester United itu. 

"Ngungkapin kejahatannya? Siapa—maksud gue ... kejahatan siapa?"

Laki-laki di hadapannya terduduk lesu di lantai bersandarkan dinding. Ia menatap Maira tanpa ekspresi. "Lo mau dengerin penjelasan gue?"

Maira menegakkan sapunya. "Kalau itu perlu, kenapa nggak?"

"Gue diculik sepulang ekskul. Nggak tahu kenapa bisa begini dan kemarin gue dibius terus tahu-tahu udah ada di kotak itu!" Laki-laki itu menunjuk kotak biru di belakangnya. "Awalnya gue kira lagi disekap di gudang buat dibunuh. Nggak tahunya tiba-tiba ada badai terus gue kesedot keluar dan ujung-ujungnya gue ada di sini."

"A–apa? Lo ngigau? Jangan bercanda Lo!"

"Gue udah tahu reaksi Lo bakal gimana." 

Maira mengedipkan matanya berkali-kali. 

"Mendingan Lo sekarang teriak yang kenceng biar gue dibawa ke kantor polisi, terus gue bakal ngejelasin semuanya. Toh, mereka juga pasti kenal wajah remaja yang diculik tiga hari yang lalu ini."

Diculik? Jangan-jangan ...

"...Lo yang korban yang penculikan yang ada di tivi-tivi itu?" Maira teringat akan berita yang baru saja ia tonton tadi sebelum ia mematikan televisinya. Kalau nggak salah namanya ... aduh, kenapa tadi gue langsung matiin tivi, gumamnya dalam hati. 

"Oh, udah disiarkan sampai sejauh itu, ya?" Laki-laki itu tersenyum tipis. "Gue Aldo! Pasti mereka nyebutin gitu, kan?"

Sayangnya gue nggak denger yang bagian itu ....

"Jadi, Lo mau teriak, kan? Ayo! Kalau bisa yang kenceng," tukasnya sambil menekuk lutut. 


Bersambung ....









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahabat dari Kotak Biru | CERBUNG / CERITA BERSAMBUNG